Pada hari minggu, 12 Desember 2010 saya menghadiri undangan Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Jatim dalam rangka Kongres Kebudayaan atau Dialog Publik Temu Pikir Kebudayaan 2010: Dari Jawa Timur Untuk Indonesia. Judul kali ini memang panjang, sepanjang dialog yang dilontarkan oleh para peserta (Ada Cak Kandar, Dukut, Toto Sonata, Amang Mawardi, Bonari dll. selain para Ketua Dewan Kesenian Daerah-daerah di Jatim).
Sekretariat: Jl. Usman Sadar 17 no.15 Gresik Jawa Timur Indonesia. Phone: 031 71152775, 03172446906, E-mail: dewankeseniangresik@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label INFORMASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFORMASI. Tampilkan semua postingan
10.1.11
2.12.10
Geger Wong Ngoyak DKG

Silang sengketa dengan berbagai muatan kepentingan yang kadang lepas dari konteks pemberdayaan kesenian itu sendiri kini umep dan umeg di Gresik berebut Dewan kesenian Gresik. Coba lihat di akun Facebooknya Balai Pemuda Gresik dan Budi Palopo sampai diunggah di koran Jawa Pos dan Surya.
30.11.10
Seni Trotoar, 8 Bulan Yang Lalu: Bagaimana Sekarang?
Suasana berkumpulnya komunitas musik Gresik di pelataran parkir Gedung Pramuka Gresik mengasyikan dan tulus. Mereka sangat peduli dengan hal-hal yang menyangkut persoalan anak muda itu sendiri, misalnya bekerja sama dengan kepolisian untuk mengadakan penyuluhan tentang dampak narkoba. Sayang jika pemerintah tidak tanggap dan peka akan keberadaan mereka. terbukti untuk menempati lahan parkir saja mereka harus keluar ongkos. tapi salut buat mereka yang pantang menyerah. Bagaimana kabarnya sekarang? masih berlanjutkah?
27.9.10
Kota Gresik 1896-1916: Sejarah Sosial Budaya dan Ekonomi
by Oemar Zainuddin
Buku ini mengungkapkan sejarah Gresik sebagai kota perdagangan regional dan internasional, serta bagaimana pengusaha Pribumi mengembangkan usahanya di masa pemerintahan kolonial Belanda. Buku ini juga memaparkan secara rinci mengenai data budaya Gresik pada peralihan abad dari abad ke-19 menuju abad ke-20, antara lain mengenai pakaian, makanan, komoditi dagang, arsitektur bangunan dan bahasa serta tulisan. Kekayaan data yang ditampilkan melalui foto, surat-menyurat, iklan, nota dagang, serta dokumen-dokumen lain, menjadi nilai lebih buku ini.
Buku ini mengungkapkan sejarah Gresik sebagai kota perdagangan regional dan internasional, serta bagaimana pengusaha Pribumi mengembangkan usahanya di masa pemerintahan kolonial Belanda. Buku ini juga memaparkan secara rinci mengenai data budaya Gresik pada peralihan abad dari abad ke-19 menuju abad ke-20, antara lain mengenai pakaian, makanan, komoditi dagang, arsitektur bangunan dan bahasa serta tulisan. Kekayaan data yang ditampilkan melalui foto, surat-menyurat, iklan, nota dagang, serta dokumen-dokumen lain, menjadi nilai lebih buku ini.
12.8.10
Dewan Kesenian Gelar A Tribute to Rendra
Karisma penyair dan pemain teater ternama W.S. Rendra (si Burung Merak) menjadi simbol pergelaran seni teater di Jawa Timur. Pada 1-8 November mendatang, Lintas Masyarakat Teater Jawa Timur bersama Dewan Kesenian Surabaya menghelat kompetisi teater A Tribute to Rendra.
Pelukis M. Thalib Prasojo Meninggal Dunia
Pelukis M. Thalib Prasojo, meninggal dunia tadi malam, Rabu, 4 Agustus 2010, hampir dini hari, pukul 23.15 WIB. Almarhum belakangan ini memang mengeluhkan sakit asmanya, tidak tahan bau asap rokok dan debu, suka sesak nafas. Semakin hari bertambah parah, karena tidur selalu tidak bisa nyenyak, tidak bisa tidur telentang, hanya tidur sambil duduk dengan kepala disandarkan di meja. Akibatnya, kakinya malah sulit digerakkan. Praktis almarhum hanya bisa jalan beberapa langkah dan tertatih-tatih.
14.7.10
Indonesial Art Award For Teacher II: Kris Adji AW Satu-satunya dari Gresik
Dalam event Indonesian Art Award For Teacher II FESTIVAL SENI INTERNASIONAL 2010 telah diumumkan oleh PPPPTK Sleman Yogyakarta, untuk seleksi tahap I hanya terpilih 94 Guru Seni Budaya dari seluruh Indonesia ( 2 tahun yang lalu 100 peserta) dan yang dari Gresik yang terpilih hanya Kris Adji AW guru SMA NU-1 Gresik.
4.6.10
Maestro Keroncong Gesang Wafat
Solo (beritajatim.com) Maestro keroncong Gesang akhirnya tutup usia pada pukul 18.10 hari ini (20/5/2010). Kondisinya menurun sejak tadi siang di ruang perawatan ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Surakarta.
Menurut salah satu keponakan, Ardani, Gesang meninggal dengan ditunggui banyak keluarga. "Tidak ada pesan terakhir dari beliau," ujar Ardani. Sebelum meninggal keluarga mengajak Gesang untuk mengucapkan lafal-lafal membesarkan nama Allah SWT.
Menurut salah satu keponakan, Ardani, Gesang meninggal dengan ditunggui banyak keluarga. "Tidak ada pesan terakhir dari beliau," ujar Ardani. Sebelum meninggal keluarga mengajak Gesang untuk mengucapkan lafal-lafal membesarkan nama Allah SWT.
Cak KADAR Meninggal, Surabaya Kehilangan Penjaga Budaya Arek
12 April 2010, 18:17:43| Laporan J. Totok Sumarno
suarasurabaya.net| “Beliau memang konsisten dengan apa yang diucapkannya. Termasuk kecintaannya kepada tanah leluluhurnya, Surabaya. Orang boleh bicara tentang perubahan Kota Surabaya, tetapi buat Cak KADAR, budaya Arek harus tetap ada. Dan hari ini kita kehilangan penjaga budaya Arek tersebut”.
16.3.10
Blog Dewan Kesenian Gresik (DKG) Peringkat ke 4 Se Indonesia
Syukur Alhamdulillah dan terima kasih pada sahabat pengunjung blog DKG (Dewan Kesenian Gresik) yang berdasarkan PERINGKAT DAN DIREKTORI SITUS INDONESIA yang dirilis oleh www.indostat.com sampai dengan tanggal 16 Maret 2010 untuk kategori organisasi dan sosial, blog DKG berada di peringkat 4 dan Anda bisa melihat laporannya DI SINI (http://www.indostats.com/peringkat/organisasi-dan-sosial)
23.2.10
Sarasehan Pameran Lukisan dan Karikatur Gus Dur
PANITIA PAMERAN LUKISAN DAN KARIKATUR GUS DUR 2010
GNI GRESIK,21 – 25 FEBRUARI 2010
Gresik, 23 Februari 2010
Kepada Yth,
Seniman/Budayawan/Penggerak Seni/Pemerhati Seni Gresik
Di
GRESIK
Salam Budaya,
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara dalam rangka penutupan Pameran Lukisan dan Karikatur Gus Dur pada,
Hari, Tanggal : Kamis, 25 Februari 2010
Waktu : 19.00 WIB
Tempat : Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jl. Pahlawan Gresik
Acara : Sarasehan tentang NASIB KESENIAN/KEBUDAYAAN GRESIK KE DEPAN.
Narasumber : DR. Soetanto Soepiadhy, SH.,M.Hum (Mas Tantok), penyair, dramawan,pakar hukum asal Gresik.
Demikian, atas perhatian, partisipasi dan kehadirannya disampaikan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
KETUA PANITIA,
M. Rofiq Madji
GNI GRESIK,21 – 25 FEBRUARI 2010
Gresik, 23 Februari 2010
Kepada Yth,
Seniman/Budayawan/Penggerak Seni/Pemerhati Seni Gresik
Di
GRESIK
Salam Budaya,
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara dalam rangka penutupan Pameran Lukisan dan Karikatur Gus Dur pada,
Hari, Tanggal : Kamis, 25 Februari 2010
Waktu : 19.00 WIB
Tempat : Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jl. Pahlawan Gresik
Acara : Sarasehan tentang NASIB KESENIAN/KEBUDAYAAN GRESIK KE DEPAN.
Narasumber : DR. Soetanto Soepiadhy, SH.,M.Hum (Mas Tantok), penyair, dramawan,pakar hukum asal Gresik.
Demikian, atas perhatian, partisipasi dan kehadirannya disampaikan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
KETUA PANITIA,
M. Rofiq Madji
7.2.10
Pasar Seni Lukis Indonesia 2010
Kami menerima e-mail dari Mas Anis, bahwa pelukis yang berminat ikut Pasar Seni Lukis 2010 bisa segera daftar. Berikut pengumumannya:
Menteri Perdagangan Ibu Mari Elka Pangestu menyatakan bahwa Pasar Seni Lukis di Surabaya harus dijadikan even regular tahunan dan dikembangkan menjadi even berskala internasional. Harapan itu disampaikan kepada wartawan hari Sabtu tanggal 2 Mei 2009, saat menteri mengunjungi Pasar Seni Indonesia 2009, di komplek Balai Pemuda, Surabaya.
Menteri Perdagangan Ibu Mari Elka Pangestu menyatakan bahwa Pasar Seni Lukis di Surabaya harus dijadikan even regular tahunan dan dikembangkan menjadi even berskala internasional. Harapan itu disampaikan kepada wartawan hari Sabtu tanggal 2 Mei 2009, saat menteri mengunjungi Pasar Seni Indonesia 2009, di komplek Balai Pemuda, Surabaya.
1.2.10
PENDAFTARAN PAMERAN LUKISAN DAN KARIKATUR GUS DUR
DKG bersama MWC NU GRESIK akan mengadakan Pameran Lukisan dan Karikatur Gus Dur dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya Gus Dur.Pameran akan dilaksanakan di GNI (Gedung Nasional Indonesia) Gresik mulai tanggal 21 s.d. 25 Februari 2010.
Kepada semua Perupa Gresik yang berminat mengikuti pameran tersebut dapat mendaftarkan diri ke sekretariat DKG Jl, Usman Sadar 17/15 Gresik atau ke Kantor sekretariat Masjid Semen (Manba'ul Falah) Jl. Veteran 52 Gresik ( Bapak Rofiq Madji 031 72548700).
Syarat Pendaftaran :
Kepada semua Perupa Gresik yang berminat mengikuti pameran tersebut dapat mendaftarkan diri ke sekretariat DKG Jl, Usman Sadar 17/15 Gresik atau ke Kantor sekretariat Masjid Semen (Manba'ul Falah) Jl. Veteran 52 Gresik ( Bapak Rofiq Madji 031 72548700).
Syarat Pendaftaran :
27.1.10
Indonesia Creative Icon (ICI)
January 21, 2010
Satu lagi perhelatan yang mengapresisasi karya anak bangsa, Indonesia Creative Icon (ICI). Acara yang diadakan untuk kedua kalinya ini (pertama tahun 2008) merupakan serangkaian lomba kreatif yang memadukan unsur budaya daerah para generasi muda yang tidak pernah kehabisan ide dalam berkreasi.
Satu lagi perhelatan yang mengapresisasi karya anak bangsa, Indonesia Creative Icon (ICI). Acara yang diadakan untuk kedua kalinya ini (pertama tahun 2008) merupakan serangkaian lomba kreatif yang memadukan unsur budaya daerah para generasi muda yang tidak pernah kehabisan ide dalam berkreasi.
30.12.09
GUS DUR TELAH PERGI. TAPI TAK PERNAH MATI
Innalillahi wa innaillaihiroji'uun. Telah meninggalkan kita semua seorang bapak bangsa,tokoh politik dan pluralisme, tokoh reformasi DR.KH.ABDURRAHMAN WAHID (Gus Dur) pada hari rabu,30 Desember 2009 pukul 18.45 WIB di RSCM Jakarta. Jenazah Insya;Allah dimakamkan di Tebuireng Jombang esok paginya.
Seorang tokoh yang komplit, selain seorang kiai mantan ketua PBNU, Presiden ke 4 Republik Indonesia, beliau sebagai budayawan juga pernah menjabat Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 1980an, Juga pernah menjadi ketua dewan juri Festival Film Indonesia (FFI), apresiatif terhadap lagu-lagu klasik, kritikus seni rupa yang handal dan masih banyak predikat lainnya berkaitan dengan kebudayawanan beliau.
Seorang tokoh yang komplit, selain seorang kiai mantan ketua PBNU, Presiden ke 4 Republik Indonesia, beliau sebagai budayawan juga pernah menjabat Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 1980an, Juga pernah menjadi ketua dewan juri Festival Film Indonesia (FFI), apresiatif terhadap lagu-lagu klasik, kritikus seni rupa yang handal dan masih banyak predikat lainnya berkaitan dengan kebudayawanan beliau.
PAK YUNANI MANTAN PENGURUS DKG I MENINGGAL DUNIA
Innalillahi wa inna illaihi rojiuun. Telah meninggal dunia dengan tenang Bapak R. M.Yunani Purboyo (Muhammad Yunani, RM.Yunani Prawiranegara) di Surabaya pada hari Sabtu, 26 Desember 2009. Seorang wartawan senior dan pelaku sastra jawa yang pernah menjadi anggota steering committe di DKG periode I (1999-2004). Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan dosanya diampuniNya. Amin.
30.10.09
Seni Tradisional Gresik Belum Dipatenkan Karena Dana Terbatas
Sedikitnya 21 kesenian tradisional asli dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur belum dipatenkan atau belum bisa diusulkan untuk mendapatkan hak cipta, karena tidak adanya anggaran yang disediakan untuk keperluan itu.Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Gresik, Nur Sukartika, Selasa, mengatakan, awalnya pihaknya mengusulkan kepada pemkab untuk mendata dengan mendokumentasikan kesenian tradisional Gresik, sebelum dipatenkan untuk mendapat hak cipta, namun usulan itu tidak terealisasi dengan alasan tidak adanya anggaran.
6.10.09
DEWAN KESENIAN INDONESIA DI DEPAN MATA
Posted on 31/05/2009 by henrinurcahyo
Oleh Henri Nurcahyo, Anggota Pleno Dewan Kesenian Jawa Timur
Pertemuan Dewan Kesenian Tingkat Provinsi se-Indonesia di Malang, 21-23 Mei lalu sepakat untuk menindaklanjuti keputusan Kongres Dewan Kesenian se-Indonesia di Papua 2005 tentang pembentukan Dewan Kesenian Indonesia (DKI). Keputusan itu lahir dari perdebatan panjang para delegasi dari 17 provinsi yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Gagasan pembentukan DKI memang kontroversial. Sejumlah penolakan sudah muncul di arena kongres di Papua. Ketika dilangsungkan Kongres Kesenian II di Jakarta pada 2005, juga muncul unjuk rasa para seniman yang menolak pembentukan DKI.
Suara penolakan makin keras ketika dilangsungkan Pertemuan Dewan Kesenian se-Indonesia akhir 2008. Tidak berhenti di situ, menjelang pertemuan di Malang kemarin, suara-suara penolakan masih terus beredar lewat SMS, e-mail, telepon, bahkan di arena pertemuan.
Oleh Henri Nurcahyo, Anggota Pleno Dewan Kesenian Jawa Timur
Pertemuan Dewan Kesenian Tingkat Provinsi se-Indonesia di Malang, 21-23 Mei lalu sepakat untuk menindaklanjuti keputusan Kongres Dewan Kesenian se-Indonesia di Papua 2005 tentang pembentukan Dewan Kesenian Indonesia (DKI). Keputusan itu lahir dari perdebatan panjang para delegasi dari 17 provinsi yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Gagasan pembentukan DKI memang kontroversial. Sejumlah penolakan sudah muncul di arena kongres di Papua. Ketika dilangsungkan Kongres Kesenian II di Jakarta pada 2005, juga muncul unjuk rasa para seniman yang menolak pembentukan DKI.
Suara penolakan makin keras ketika dilangsungkan Pertemuan Dewan Kesenian se-Indonesia akhir 2008. Tidak berhenti di situ, menjelang pertemuan di Malang kemarin, suara-suara penolakan masih terus beredar lewat SMS, e-mail, telepon, bahkan di arena pertemuan.
5.10.09
BIENNALE SENI RUPA JATIM III 2009, 11 - 18 DESEMBER 2009
BIENNALE SENI RUPA JATIM III 2009 11-18 DESEMBER 2009 Mengurai akar budaya.
Ketika berbicara mengenai akar budaya maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah kesenian tradisi kita yang telah dilupakan,terpinggirkan dan tidak dikelola, dihidupi sebagai spirit untuk melahirkan karya-karya seni kekinian.
Akar budaya tersebut tidak dipelajari sebagai sebuah ruang yang membangun keasalan hidup. Padahal pada budaya lokal kita akan mendapatkan pelajaran hidup tentang kearifan lokal,kepandaian dan kejeniusan lokal yang pada masa lalu bisa dilihat pada bangunan candi,relief candi,lukisan kaca,wayang beber,damar kurung,topeng tradisi,keramik malo,batik tulis dan sebagainya.
Pada realitasnya biarpun akar budaya itu telah menyatu dalam tubuh yang membentuk sebagai manusia sekitar pesisiran,perbukitan,sungai brantas,Candi,perkotaan,dan pegunungan. Budaya itu tidak nampak karena yang dipelajari hanya kulitnya belum pada esensinya. Maka yang lahir ketidak mengertian kita tentang budaya kita sendiri yang sehari-hari telah menyatu dengan ruh,darah,dan jiwa.
Keindahan lokal yang penuh makna hanya dipahami sebagai sesuatu yang akan membawa pada romantisme “kelangenan”. Betulkah ? Mari dalam Biennale Jawa Timur III 2009 ini kita urai benang-benang akar itu untuk menumbuhkan spirit melahirkan karya-karya seni rupa kontemporer yang berdasarkan akar budaya kita masing-masing.
berhenti sejenak untuk mengurai lalu mengeksplorasi apa yang telah kita dapat pada akar budaya yang sebenarnya telah lama masuk dalam kehidupan kita. Bukan berarti kita harus menggambar wayang kulit,lukisan kaca,wayang beber dan lainya. Tetapi bagaimana kita mengeksplorasi lalu membuat eksperimentasi yang akan melahirkan karya baru dalam ranah seni rupa di Indonesia.
Tim: Freddy H. Istanto (Konsultan),Asri Nugroho, Agus Koecink
Ketika berbicara mengenai akar budaya maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah kesenian tradisi kita yang telah dilupakan,terpinggirkan dan tidak dikelola, dihidupi sebagai spirit untuk melahirkan karya-karya seni kekinian.
Akar budaya tersebut tidak dipelajari sebagai sebuah ruang yang membangun keasalan hidup. Padahal pada budaya lokal kita akan mendapatkan pelajaran hidup tentang kearifan lokal,kepandaian dan kejeniusan lokal yang pada masa lalu bisa dilihat pada bangunan candi,relief candi,lukisan kaca,wayang beber,damar kurung,topeng tradisi,keramik malo,batik tulis dan sebagainya.
Pada realitasnya biarpun akar budaya itu telah menyatu dalam tubuh yang membentuk sebagai manusia sekitar pesisiran,perbukitan,sungai brantas,Candi,perkotaan,dan pegunungan. Budaya itu tidak nampak karena yang dipelajari hanya kulitnya belum pada esensinya. Maka yang lahir ketidak mengertian kita tentang budaya kita sendiri yang sehari-hari telah menyatu dengan ruh,darah,dan jiwa.
Keindahan lokal yang penuh makna hanya dipahami sebagai sesuatu yang akan membawa pada romantisme “kelangenan”. Betulkah ? Mari dalam Biennale Jawa Timur III 2009 ini kita urai benang-benang akar itu untuk menumbuhkan spirit melahirkan karya-karya seni rupa kontemporer yang berdasarkan akar budaya kita masing-masing.
berhenti sejenak untuk mengurai lalu mengeksplorasi apa yang telah kita dapat pada akar budaya yang sebenarnya telah lama masuk dalam kehidupan kita. Bukan berarti kita harus menggambar wayang kulit,lukisan kaca,wayang beber dan lainya. Tetapi bagaimana kita mengeksplorasi lalu membuat eksperimentasi yang akan melahirkan karya baru dalam ranah seni rupa di Indonesia.
Tim: Freddy H. Istanto (Konsultan),Asri Nugroho, Agus Koecink
Label:
AKTIVITAS SENI/BUDAYA,
INFORMASI
23.9.09
KEPUTUSAN PERTEMUAN NASIONAL DEWAN KESENIAN PROVINSI SE-INDONESIA
KEPUTUSAN PERTEMUAN NASIONAL DEWAN KESENIAN PROVINSI SE-INDONESIA
Posted on Mei 26, 2009 by brangwetan
Merekomendasikan:
1. Untuk memfasilitasi kerja koordinatif di tingkat nasional, Pertemuan Nasional Dewan Kesenian Provinsi se-Indonesia di Malang – Jawa Timur sepakat dan mendorong terbentuknya DEWAN KESENIAN INDONESIA berdasarkan hal-hal sebagai berikut :
- Sebagai tindaklanjut keputusan Kongres Dewan Kesenian se-Indonesia di Papua tahun 2005.
- Sebagai tindak lanjut dari pernyataan Presiden Republik Indonesia melalui teleconferensi pada acara penutupan Kongres Dewan Kesenian se- Indonesia di Papua tahun 2005.
2. Mengharapkan Tim Formatur pada Kongres Dewan Kesenian Se- Indonesia di Papua agar segera menyampaikan capaian-capaian tugas dan proses pembentukan DEWAN KESENIAN INDONESIA kepada seluruh Dewan Kesenian se-Indonesia, hal ini mengingat bahwa :
- Dewan Kesenian Indonesia menjadi kebutuhan mendesak untuk berperan dalam proses pembangunan kesenian di Indonesia.
Posted on Mei 26, 2009 by brangwetan
Merekomendasikan:
1. Untuk memfasilitasi kerja koordinatif di tingkat nasional, Pertemuan Nasional Dewan Kesenian Provinsi se-Indonesia di Malang – Jawa Timur sepakat dan mendorong terbentuknya DEWAN KESENIAN INDONESIA berdasarkan hal-hal sebagai berikut :
- Sebagai tindaklanjut keputusan Kongres Dewan Kesenian se-Indonesia di Papua tahun 2005.
- Sebagai tindak lanjut dari pernyataan Presiden Republik Indonesia melalui teleconferensi pada acara penutupan Kongres Dewan Kesenian se- Indonesia di Papua tahun 2005.
2. Mengharapkan Tim Formatur pada Kongres Dewan Kesenian Se- Indonesia di Papua agar segera menyampaikan capaian-capaian tugas dan proses pembentukan DEWAN KESENIAN INDONESIA kepada seluruh Dewan Kesenian se-Indonesia, hal ini mengingat bahwa :
- Dewan Kesenian Indonesia menjadi kebutuhan mendesak untuk berperan dalam proses pembangunan kesenian di Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)




