Tampilkan postingan dengan label AKTIVITAS SENI/BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKTIVITAS SENI/BUDAYA. Tampilkan semua postingan

1.7.13

Festival Gresik DJALOE -Djaman Doeloe II 2013

Dalam rangka usaha sosialisasi dan Pendidikan Heritage/Warisan Pusaka di Kabupaten Gresik, untuk keduakalinya MATASEGER bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan, pariwisata, pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gresik mengadakan acara GRESIK DJALOE 2013.

Acara ini bertujuan ke depan menjadikan Gresik Kota Lama sebagai salah satu dari Warisan Pusaka Dunia (Heritage World). Berikut acara yang akan bisa anda simak:

30.3.13

Gresik Heritage Trail : Paduan Warisan Pusaka dan Kuliner Khas

Kawasan kota lama Gresik seperti Jalan Wakhid Hasyim, Raden Santri, Basuki Rachmat, HOS Cokroaminoto, Jalan Nyi Ageng Arem-arem, dan Kampung Kemasan layak menjadi kawasan wisata pusaka Indonesia. Di sana ada sejumlah bangunan kuno berusia satu abad yang masih terpelihara.

Dari sisi nonfisik, seni tradisi—seperti macapatan, pencak macan, kedungdangan, dan seni lukis damar kurung—bisa menjadi magnet untuk menarik pengunjung.

Peserta temu pusaka Indonesia 2012 dan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) yang berkunjung ke Gresik Kota Lama, beberapa saat lalu, menilai Gresik layak menjadi kawasan wisata heritage (pusaka) Indonesia. Banyak bangunan di Gresik yang berdiri sejak tahun 1898 dan 1900-an.

Sunan Giri Cultural Festival 2013


Ribuan masyarakat Gresik, Jawa Timur memadati jalannya kirab Sunan Giri (pendiri Gresik) dalam pawai budaya HUT Gresik ke 526 dan HUT Pemkab ke 39. Kendati diwarnai hujan deras. Prosesi Sunan Giri yang diperankan langsung oleh Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto beserta Syekh Gerigis oleh Wabup Gresik, Moch.Qosim dan Syekh Kujo yang diperankan Moh. Najib berlangsung meriah.

30.11.10

Seni Trotoar, 8 Bulan Yang Lalu: Bagaimana Sekarang?

Suasana berkumpulnya komunitas musik Gresik di pelataran parkir Gedung Pramuka Gresik mengasyikan dan tulus. Mereka sangat peduli dengan hal-hal yang menyangkut persoalan anak muda itu sendiri, misalnya bekerja sama dengan kepolisian untuk mengadakan penyuluhan tentang dampak narkoba. Sayang jika pemerintah tidak tanggap dan peka akan keberadaan mereka. terbukti untuk menempati lahan parkir saja mereka harus keluar ongkos. tapi salut buat mereka yang pantang menyerah. Bagaimana kabarnya sekarang? masih berlanjutkah?

23.2.10

77 Lukisan dan Karikatur Gus Dur Dipamerkan

GRESIK, KOMPAS.com - Sebanyak 77 karya lukisan dan karikatur KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di pamerkan di Gedung Nasional Indonesia Kabupaten Gresik mulai Minggu (21/2/2010) pukul 15.00 hingga Kamis (25/2/2010) mendatang. pameran itu digelar Dewan Kesenian Kabupaten Gresik untuk memperingati 40 hari wafatnya GusDur.

19.1.10

MONOLOG TIGA AKTOR TUA - bekas rias di panggung

Pada hari minggu, 17 JANUARI 2010 di Aula Dinas P dan K Karangturi jalan Usman Sadar telah dipentaskan Drama Monolog TIGA AKTOR TUA "Bekas Rias Di Panggung":

* Profil Pemain
Suliswanto : “Mak Satona”
Lahir di Malang, 2 April 1954
Menggeluti Ludruk sejak duduk di bangku SMA, tahun 1971 dan mendirikan Ludruk Gelora Remaja di Malang. Begitu tamat SMA tahun 1973 bergabung dengan keompok Ludruk Mekarsari. Mendirikan Ludruk Gelora Surabaya ditahun 1978 dan mengisi acara Ludruk di Radio Gelora 10 November RKPD Surabaya. Pernah menyutradarai Ludruk RRI Surabaya selama satu dekade 1980-1988. Tahun 1989 mendirikan Ludruk Garuda, keliling (tobong) hingga tahun 2004. Meraih penghargaan Sutradara terbaik dalam Festival Budaya Jawa Timur 2004 yang digelar oleh dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Jawa Timur. Menyutradarai Ludruk Lintas Generasi binaan Cak Kadaruslan sepanjang tahun 2005-2006. Kini di tengah kesibukannya memanajari Ludruk Supali, dia juga sedang menggubah naskah referensi sari buku-buku sejarah menjadi naskah Ludruk. Salah satunya yang telah rampung adalah kisah Ken Arok.

18.11.09

Pelukis Anak Gresik Meraih Medali Di Hongaria

Empat Pelukis Indonesia  salah satunya dari Gresik Raih Diploma dan Medali Emas di Hongaria

Empat anak Indonesia yang mengikuti kompetisi Rainbow International Applied and Fine Arts berhasil meraih dua sertifikat emas dan dua sertifikat perak.  Kompetisi seni dua tahunan ini menurut panitia Hongaria telah menerima 3.000 buah karya anak-anak dalam bentuk lukisan, keramik dan handicraft lainnya dari berbagai negara.

 Atas nama keempat anak Indonesia dalam sebuah acara pada 20 September 2008 di kota Zsanka, Duta Besar Mangasi Sihombing telah menerima sertifikat dan medali-medali tersebut untuk diteruskan kepada masing-masing anak yaitu: Michael Lianto (10 tahun), dan Nabila Ghosi Aqil Salmadani (7 tahun), keduanya meraih sertifikat emas disertai medali.  Diploma perak disertai medali diberikan kepada Alviocta Alexandra (8 tahun) dan Putri Yumna Salsabila Uphadana (5 tahun).  Putri belajar di Bengkel Kreatif Komang di Gresik, sedang yang lainnya di sanggar Mentari Jember.

5.10.09

BIENNALE SENI RUPA JATIM III 2009, 11 - 18 DESEMBER 2009

BIENNALE SENI RUPA JATIM III 2009 11-18 DESEMBER 2009 Mengurai akar budaya.

Ketika berbicara mengenai akar budaya maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah kesenian tradisi kita yang telah dilupakan,terpinggirkan dan tidak dikelola, dihidupi sebagai spirit untuk melahirkan karya-karya seni kekinian.

Akar budaya tersebut tidak dipelajari sebagai sebuah ruang yang membangun keasalan hidup. Padahal pada budaya lokal kita akan mendapatkan pelajaran hidup tentang kearifan lokal,kepandaian dan kejeniusan lokal yang pada masa lalu bisa dilihat pada bangunan candi,relief candi,lukisan kaca,wayang beber,damar kurung,topeng tradisi,keramik malo,batik tulis dan sebagainya.

Pada realitasnya biarpun akar budaya itu telah menyatu dalam tubuh yang membentuk sebagai manusia sekitar pesisiran,perbukitan,sungai brantas,Candi,perkotaan,dan pegunungan. Budaya itu tidak nampak karena yang dipelajari hanya kulitnya belum pada esensinya. Maka yang lahir ketidak mengertian kita tentang budaya kita sendiri yang sehari-hari telah menyatu dengan ruh,darah,dan jiwa.

Keindahan lokal yang penuh makna hanya dipahami sebagai sesuatu yang akan membawa pada romantisme “kelangenan”. Betulkah ? Mari dalam Biennale Jawa Timur III 2009 ini kita urai benang-benang akar itu untuk menumbuhkan spirit melahirkan karya-karya seni rupa kontemporer yang berdasarkan akar budaya kita masing-masing.

berhenti sejenak untuk mengurai lalu mengeksplorasi apa yang telah kita dapat pada akar budaya yang sebenarnya telah lama masuk dalam kehidupan kita. Bukan berarti kita harus menggambar wayang kulit,lukisan kaca,wayang beber dan lainya. Tetapi bagaimana kita mengeksplorasi lalu membuat eksperimentasi yang akan melahirkan karya baru dalam ranah seni rupa di Indonesia.

Tim: Freddy H. Istanto (Konsultan),Asri Nugroho, Agus Koecink

14.9.09

TRADISI BARI'AN DI GIRI GRESIK

Menyambut Ramadhan, Warga Gresik Gelar “Bari’an”
Jumat, 21 Agustus 2009 19:14 WIB Posts by: Sugeng Wibowo Kategori: Berita Terkini, Surabaya Raya

GRESIK SURYA Online - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, ratusan warga Gresik, Jawa Timur (Jatim), menggelar tardisi “Bari’an” atau sedekah bumi di makam Nyi Ageng Ratu Ayu Kukusan Binti Ainul Yakin yang satu kompleks dengan Makam Sunan Giri.
Menurut kepala desa (Kades) setempat, Muhammad Ajir, Jumat (21/8), Bari’an adalah tradisi yang bertujuan untuk mencari berkah di bulan puasa, selain itu untuk mengingat ketokohan Nyi Ageng Ratu Ayu Kukusan Binti Ainul Yakin yang merupakan puteri kedua Sunan Giri yang dinilai berjasa dalam menyebarkan siar Islam.

2.3.09

LOMBA KARIKATUR DAN PUISI GUS DUR




LOMBA KARIKATUR DAN PUISI GUS DUR SE GRESIK
Minggu, 25 Januari 2009 di Masjid Manba’ul Falah Sidomoro (Masjid Semen Gresik) diadakanlomba Karikatur Gus Dur oleh Pengurus Ranting NU Sidomoro dan DKG. Ketokohan Gus Dur sebagai bapak bangsa serta sepak terjangnya selama ini menjadi sumber ide dalam menampilkan obyek yang unik ini oleh para peserta yang terdiri dari para pelajar dan masyarakat umum di Gresik.
Selain itu juga diumumkan hasil lomba tulis puisi tentang Gus Dur yang nantinya dari 15 puisi terbaik akan dibukukan oleh panitia, termasuk hasil lomba karikaturnya. Demikian penjelasan Rofiq Madji selaku ketua panitia lomba tersebut.
Pelaksanaan lomba dibuka oleh Bapak Wakil Bupati Gresik, Sastro Suwito dan dihadiri oleh Ketua Umum DKG, Kris Adji AW dan para juri lukis Inoeng dan Iskandar Zubair serta juri puisi Mardiluhung dan L. Machali.
Menurut Rofiq, ketua panitia lomba, selain membukukan hasil lomba tersebut, karya-karya para peserta juga akan dipamerkan.




26.12.08

WARNA WARNI PELUKIS GRESIK DI GALLERY DKS

"Kucing Perempuanku" di Balai Pemuda

 

Surabaya, Kompas - Upaya mengembalikan fungsi Balai Pemuda memang sedang dirintis, namun kegiatan-kegiatan di bidang budaya, seperti pameran lukisan, sudah tidak asing lagi. Sebuah karya lukis berjudul Kucing Perempuanku merupakan andalan pelukis Tiko Hamzah, satu dari sembilan pelukis asal Gresik yang berpameran di Balai Pemuda Surabaya.

Para pelukis Kota Pudak ini sudah mulai berpameran tanggal 28 Agustus dan baru berakhir hari Jumat (6/9) di Gedung Merah Putih. Mereka yang ambil bagian dalam pameran bareng bertema "Warna-warni Sembilan Pelukis Gresik" ini adalah Achmad Husaini, Agus Anto, Anny Djon, B Sutopo, Hannavy, Sa'dan Abdullah, Mamad Syafi'i, Soliek Emer, dan Tiko Hamzah.

Henri Nurcahyo, pengamat seni dalam katalog pameran mengatakan, apa pun hasil yang dapat dicapai oleh para pelukis Gresik ini, setidaknya inilah potensi Gresik. Masa depan Kota Gresik bukan tidak mungkin ada di tangan mereka. "Ada semacam tantangan yang menghadang, apakah mereka berniat membuat sejarah atau menyerah untuk digilas oleh sejarah. Itu saja," katanya.

Berbagai corak lukisan mereka dipamerkan, mulai dari naturalis, realis, surealis, sampai ekspresionis-abstrak. Yang tampak menonjol antara lain karya Tiko Hamzah Kucing Perempuanku, pastel di atas kanvas, berukuran 86 cm x 100 cm. B Sutopo di antaranya menghadirkan karya berjudul Pedesaan, cat minyak di atas kanvas, berukuran 145 cm x 90 cm. Soliek Emer mengedepankan karya Kampung Nelayan, cat minyak di atas kanvas, 100 cm x 150 cm. Sedangkan Hannavy mengedepankan lukisan Ritme Sebuah Symphoni, di atas kanvas berukuran 90 cm x 110 cm.

Karya Tiko

Mencermati karya Tiko yang sehari-hari juga berprofesi sebagai penjual batu permata itu, penikmat seni rupa seolah-olah diajak untuk menikmati imaji-imaji terhadap eksotisme bentuk perempuan dengan wajah kucing berkacamata.

Romantisme sang perupa terhadap perempuan setidaknya memberikan gambaran sekilas mengenai seekor kucing yang suka mencakar dan mencuri ikan. Bisa jadi, tatkala melahirkan ide perempuan kucing itu, Tiko sedang menjalani romantika kehidupan serba romantis tetapi penuh dengan misteri yang sering membuat kaum lelaki terluka karena dicakar, misalnya.

Jika Tiko menggelorakan imaji mengenai Kucing Perempuanku, sebaliknya dengan B Sutopo dalam karyanya bertitel Alam Pedesaan yang digarap dengan apik lewat media cat minyak. Ruang karya seni yang coba dia hadirkan teramat kental dengan suasana keseharian penduduk desa, termasuk lingkungan tempat tinggal mereka yang teramat sederhana.

Mencermati karya lukis itu, penikmat seni seakan-akan mendapati estetika kehidupan penduduk dengan lingkungannya yang masih terjaga. Ada sungai di tepi jalan yang indah, sementara cikar (moda transportasi) yang ditarik dua ekor sapi memperkaya identifikasi alam pedesaan yang tradisional.

Dari ruang tradisional yang terbangun melalui karya Sutopo, penikmat seni lalu mendapat sentuhan karya bernuansa kehidupan modern ketika berhadapan dengan karya-karya Hannavy, sebagaimana karyanya berjudul Alone, media mixed berukuran 110 cm x 90 cm yang mencitrakan kehidupan perempuan masa kini. (TIF)

23.12.08

festival seni demokrasi dkg dan kpud gresik

12/22/03 3:50:26 AM
Oi Gresik mendapat penghargaan

Salam Oi...Selamat utk teman2 Oi Gresik (JATIM) yang menjadi Juara Pertama dalam acara Festival Musik Rakyat (Festival musik demokrasi) yg diadakan Dewan Kesenian Gresik (DKG) & Komisi Pemilihan Umum.http://www.oigresik.tk

musyawarah seniman gresik memilih pengurus dkg

Kris Ketua Baru DKG (2007-04-16 12:40:22)
Pelukis asal Gresik yang namanya telah diakui di dunia seniman nasional, Kris Adji AW terpilih sebagai Ketua Dewan ...
Pelukis asal Gresik yang namanya telah diakui di dunia seniman nasional, Kris Adji AW terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Gresik (DKG) pada musyawarah seniman Gresik yang digelar pada hari Minggu, 15 April 2007. Dengan terpilihnya ketua baru dalam DKG yang sempat terhenti 1 tahun 6 bulan ini diharapkan dapat membangunkan kembali forum seniman Gresik dan menjadikan DKG sebagai wahana kerja para seniman. Dalam waktu dekat, Kris akan menghubungi pihak Pemkab Gresik untuk meminta ijin penggunaan Gedung Nasional Indonesia (GNI) yang berada di jalan Pahlawan sebagai sekretariat DKG.

Ketua DKG Terpilih

Gresik
Setelah sempat terhenti selama 1 tahun 6 bulan, Tim Formatur Dewan Kesenian Gresik (DKG) akhirnya berhasil menggelar musyawarah seniman Gresik guna memilih pengurus baru. Pada musyawarah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jl Arief Rahman Hakim, Minggu (15/4/2007), Kris Adji W terpilih sebagai ketua secara aklamasi.

Usai terpilih, Kris berjanji akan melakukan perubahan mendasar. Di antaranya menjadikan DKG sebagai wahana kerja bagi para seniman. Selain itu, ia berjanji akan ke pemkab untuk meminta agar Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jl Pahlawan dapat dijadikan Sekretariat GKG.
"Supaya terhindar dari tuduhan politisasi, saya akan merangkul semua kelompok seniman untuk berkesenian melalui DKG," kata Kris, pelukis yang pernah menggelar pameran tunggal di Bandung, Surabaya dan Gresik itu.

Menanggapi terpilihnya Kris, penyair Umardi Luhung, menggugah pertanggungjawaban dari permusyawaratan itu. Menurut dia, nantinya bentuk pertanggungjawaban ketua terpilih dan pengurus kepada siapa. "Kepada forum atau seniman Gresik? Tetapi saya tetap berdoa, semoga DKG di bawah kepemimpinan Kris Adji berjalan baik," tambahnya.
Pelukis Tiko Hamzah justru optimistis sosok Kris Adji mampu menjembatani penyair-penyair `garis keras` Gresik yang punya kecenderungan menolak DKG. "Aku yakin Kris bakal mampu jadi penengah," ujarnya.san